Para Remaja Pasti Bisa Jika Diberikan Kesempatan


Dalam penyelenggaraan sebuah acara, sudah pasti siapapun ingin agar perhelatan tersebut berjalan dengan lancar dan sukses. Tidak ada yang ingin gagal dan kemudian mendapatkan kritikan, cemoohan, atau kata-kata pedas yang memerahkan telinga. Kebanyakan orang akan menyerahkannya kepada "ahli"nya atau mereka-mereka yang dianggap "mampu" dan berpengalaman untuk mewujudkan hal tersebut.

Kata berpengalaman dan mampu, sayangnya, sering diidentikkan dengan kata "tua" dan "sudah berumur" alias dewasa. Oleh karena itu, biasanya mereka-mereka yang kemudian ditunjuk menjadi panitia penyelenggara adalah yang sudah tua dan dewasa. Jarang sekali remaja dijadikan bagian karena mereka dianggap mewakili kata "tidak mampu" dan "tidak berpengalaman".

Padahal tidak demikian adanya. Remaja sebenarnya bisa dan mampu jika diberikan kesempatan.

Penyelenggaraan sebuah acara kecil di lingkungan dimana saya tinggal di Bogor menunjukkan hal itu, Pemilihan Ketua RT (Rukun Tetangga). Sebuah acara yang biasanya (dan sepertinya menjadi keharusan) dilaksanakan oleh warga-warga yang sudah dewasa ternyata bisa dengan mulus berjalan di tangan para remaja.

Memang, mereka pada awalnya terlihat gagap bin gugup saat pelaksanaan. Tidak heran karena itulah pertama kali mereka harus "tampil" di hadapan para orang tua dan orangtua. Mereka khawatir berbuat salah dan merusak acara.

Demam panggung.

Tetapi, seiring dengan berjalannya acara, mereka pun berubah. Suasana menjadi terasa nyaman dan tanpa hambatan berarti. Para remaja terlihat juga sudah bisa mengatur ritme dan menjalankan tugas masing-masing seperti para Petugas KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tidak lagi terlihat muka tegang.

Dengan gaya remaja mereka yang masih polos, mereka bisa menggiring para warga untuk tertawa, senyum melihat tingkah polah yang masih kekanakan, tanpa menyebabkan inti acara, penghitungan suara bagi para calon terhambat.

Satu hal kecil yang menunjukkan bahwa para remaja pasti bisa melakukan apa yang dilakukan para orang dewasa, jika diberikan kesempatan.

Yang diperlukan hanyalah dorongan dan bimbingan agar mereka berani maju dan tampil mengambil alih peran yang sebelumnya ada pada orang tua.

Lagipula, hal itu akan membantu memberikan mereka "pengalaman" yang diperlukan bagi kehidupan mereka di masa datang. Kalau kesempatan itu tidak diberikan, bagaimana mereka akan bisa menimba pengalaman?

Tanpa kepercayaan dari para orangtua dan orang tua, maka para remaja tidak akan pernah bisa keluar dari cangkangnya dan menjadi dewasa. Tanpa itu mereka akan terus berada di dalam kepompongnya dan tidak akan menjadi kupu-kupu.

Tugas para orangtua dan orang tua lah untuk membukakan kesempatan agar mereka bisa menunjukkan kinerja, kemampuan, dan skill yang dimilikinya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon