Bagaimana Mengatur Keuangan Rumah Tangga Yang Baik dan Benar?


Nah, kalau Anda sampai ke artikel ini, boleh saya sarankan sesuatu? Sebaiknya, jangan teruskan membacanya. Bukan karena saya tidak ingin memberi saran tentang cara mengatur keuangan rumahtangga yang baik dan benar, tetapi karena saya cukup yakin sebenarnya Anda sudah tahu itu.

Kedatangan Anda kesini sebenarnya hanya untuk memuaskan rasa penasaran Anda saja. Bukan karena benar-benar ingin tahu tentang itu.

Percayalah Anda sudah tahu itu. Anda sudah tahu bahwa tidak ada standar yang pasti tentang bagaimana mengatur keuangan sebuah rumah tangga. Tidak ada satu keluarga pun yang sama.

Setiap manusia pasti berbeda. Oleh karena itu, sebuah keluarga yang terbentuk oleh manusia-manusia yang berbeda akan memiliki pola yang berbeda pula dalam hal pengaturan anggaran dan pendapatan belanja rumah tangganya.

Tidak mungkin sama karena kebutuhan setiap orang berbeda, yang berarti kebutuhan setiap keluarga berbeda pula. Ada keluarga dengan anak tiga, ada yang tanpa anak. Tidak akan sama keperluannya.

Jadi, yang harus Anda sadari bahwa panduan apapun tentang cara mengatur keuangan rumah tangga yang dibuat oleh siapapun tidak berlaku umum. Walaupun ditulis oleh seorang psikiater atau ahli keuangan sekalipun, tetaplah tidak berarti bisa memecahkan semua masalah terkait uang dalam sebuah rumah.

Yang paling bisa dilakukan adalah memberi saran saja, karena yang lebih tahu tentang itu adalah Anda sendiri. Bukan saya, atau orang lain.

Yang harus diperhatikan dalam pengaturan APBRT yang baik sebenarnya sederhana saja. Konsepnya walau ditulis dengan beragam gaya bahasa, tetap saja intinya :

1. Hasilkan Pendapatan Sebesar Mungkin


Dalam artian harus memaksakan diri untuk menghasilkan uang yang banyak, tetapi berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya.

Jika seorang karyawan, berusahalah semaksimal mungkin untuk mendapatkan promosi dan kenaikan gaji, bonus dan sebagainya. Jika pengusaha, hasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

Tidak masalah jika ternyata kita tidak bisa menghabiskannya. Sisanya masih bisa disimpan.

2. Dahulukan kewajiban

Pastikan setiap kita menerima uang, baik gaji atau keuntungan, kewajiban didahulukan. Uang sekolah anak, iuran RT, hutang, ledeng, listrik dan sejenisnya haruslah mendapat prioritas utama. Ke semua hal ini bersangkut paut dengan orang lain, yang jika tidak segera dilunasi akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Begitu juga dengan anggaran kebutuhan rumah tangga rutin seperti makan. Mau tidak mau manusia masih perlu makan untuk hidup, jadi harus juga dimasukkan dalam prioritas utama.

3. Jangan lupa ongkos kerja

Untuk mendapatkan pemasukan, tentunya harus ada modal. Baik berupa ongkos untuk naik kendaraan, beli bensin dan sejenisnya. Buatlah anggaran untuk itu setelah yang nomor 1 diselesaikan.

Jangan sampai ketiadaan ongkos membuat pemasukan tidak ada.

4. Kalau ada sisa : TABUNG

Kalau kebetulan masih tersisa, jangan langsung dibelanjakan dan dihabiskan. Hidup manusia bukan hanya untuk hari ini saja. Masih akan banyak keperluan lainnya di masa depan. Anak masuk sekolah lah, perlu karyawisata lah dan masih banyak hal lain.

Jadi, kalau memang masih ada sisa dari pemasukan atau gaji, buatlah tabungan. Sediakan untuk keperluan di masa datang.

5. Kalau kurang : CARI TAMBAHAN

Jangan berhutang. Berhutang hanya memecahkan masalah sementara saja dan justru akan menambah beban di masa yang akan datang dalam bentuk bunga dan cicilan.

Jika memang pendapatan yang ada masih kurang dibandingkan pengeluaran, carilah tambahan. Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk menghasilkan. Hanya perlu kreatifitas dan kemauan, serta mau mengorbankan waktu istirahat untuk mencari pendapatan sampingan.

Sampai mencukupi.

6. Kalau tetap kurang : KURANGI PENGELUARAN

Kalau sudah berusaha semaksimal mungkin pendapatan tetap tidak mencukupi, tidak ada jalan lain. Pengeluaran harus dikurangi.

Pangkas hal-hal yang tidak terlalu penting, seperti biasa beli baju 2 kali setahun, ubah menjadi satu kali saja. Biasa memakai mobil ke kantor, ubah naik kendaraan umum. Biasa anak jajan di kantin, ajak mereka bawa bekal dari rumah.

Lakukan semua usaha untuk mengurangi pengeluaran hingga sampai batas pendapatna.

Hal ini akan lebih baik daripada berhutamg. Jika sejak awal pendapatan tidak mencukupi, sudah pasti kalau gaya hidup yang sama tetap dijalankan dengan memakai hutang, hutang itu tidak akan pernah terbayar.

Hutang akan menjadi beban yang memberatkan di masa yang akan datang.

Itu saja sebenarnya konsep dasar mengelola keuangan rumah tangga. Tidak perlu rumit karena intinya adalah balancing atau menyeimbangkan antara pemasukan, pengeluaran, dan keinginan.

Tidak ada yang aneh dan baru dari zaman ke zaman. Semua konsepnya sama.

Yang berbeda adalah variasinya saja, seperti besar pengeluaran dan besar pendapatan, kebutuhan, gaya hidup. Sesuatu yang hanya bisa Anda jawab sendiri.

Jadi, kalau Anda sedang bingung cara mengatur keuangan rumah tangga, lebih baik diskusikan dengan istri atau suami. Bicarakan secara terbuka dan temukan pemecahannya bersama. Bukankah untuk itu Anda menjadi suami istri?


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon