Anak Adalah Investasi ? Yang Bener Saja!


Pernah terpikir hal seperti itu, Kawan? Anak adalah investasi?

Sebenarnya bukan sebuah hal yang baru. Banyak sekali ungkapan yang terlontar dari para orangtua kalau mereka berharap ketika suatu waktu anak mereka sudah "berhasil", sang anak diharapkan akan mampu membantu orangtuanya di masa tua.

Tidak jarang juga bahkan ada orangtua yang berharap kalau si anak sudah besar dan bekerja nantinya, ia bisa membantu pembiayaan adik-adiknya dalam bersekolah.

Bahkan dianjurkan oleh banyak kaum agamis untuk mendidik anak sebaik mungkin karena mereka bisa menjadi jalan ke surga bagi orangtuanya. Tentunya, jika si anak menjadi orang yang sholeh diharapkan akan memperlancar para orangtua masuk ke surga yang diimpikan.

Dalam hal ini pandangan anak adalah investasi, baik dalam segi materi maupun spiritual, bukanlah sesuatu yang tidak lazim dalam pola pikir masyarakat Indonesia.

Tetapi, bukankah hal tersebut merupakan sesuatu yang aneh dan tidak seharusnya?

Orangtua sudah menjadi kodratnya untuk "memberi" kepada anaknya. Itu adalah tanggung jawabnya ketika memutuskan untuk melahirkan keturunannya.

Jadi, bukankah sudah seharusnya para orangtua tidak berharap akan ada "imbalan" terhadap apa yang dilakukannya? Bukankah memang kodrat orangtua adalah untuk melahirkan dan membimbing generasi penerus?

Bukankah ada lagu yang berisi sebait syair " Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia"?

Lalu, ketika dalam hati kita timbul harapan bahwa suatu waktu sang anak bisa memberikan "sesuatu" sebagai timbal balik dari apa yang kita lakukan? Wajar kah?

Entah lah, tetapi saya berusaha untuk menyingkirkan keinginan seperti itu dari hati. Meskipun saya mengerti kalau masyarakat tidak akan memandang saya sebagai orang aneh jika pun mengatakan demikian.

Bagi saya, dan istri, melihat si kribo kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sudah merupakan sebuah "imbalan" yang sudah lebih besar. Apalagi tentunya jika suatu saat ia sudah berhasil dan mampu berdiri sendiri sebagai manusia, kebahagiaan kami tentunya akan lebih besar lagi.

Sesuatu yang memang kami harapkan.

Bukan karena berharap ia akan memberikan sesuatu, tetapi lebih karena melihat purnanya sebuah tugas, tugas orangtua agar mampu membuat anaknya mampu berdiri sendiri dan berbahagia.

Apakah ia akan berbagi kepada kami "sesuatu"? Entah lah lebih baik tidak memikirkannya. Selama ia berbahagia, itu adalah hal terpenting yang kami harapkan. Meskipun tentunya dengan apa yang kami ajarkan sejauh ini, semoga ia mau berbagi kebahagiaan yang dirasakannya dengan kami.

Karena dengan begitu akan menunjukkan bahwa tugas kami sebagai orangtua sudah diselesaikan dengan baik.

Tidak. Bagi kami, anak bukanlah investasi. Anak adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan dan imbalan terbaik yang bisa kami dapatkan adalah berupa kebahagiaan yang dirasakannya, kemampuannya untuk menjalani hidup yang diinginkannya.

Itu sudah cukup.


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon