Senyum sang istri obat lelah suami

Seringkali pertengkaran antar suami istri tidak terjadi karena hal-hal besar. Bhkan seringnya konflik dalam rumah tangga disebabkan oleh hal-hal sepele.

Salah satunya adalah ketika suami pulang keeja, ia bukannya mendapatkan senyum sang istri, tetapi mendengar omelan panjang atau muka cemberut yang tidak enak dilihat.

Padahal dalam kondisi lelah sepulang kerja  capek berdiri dan berdesak-desakan di kendaraan umum, suasana hatinya sendiri sedang bergejolak. Tentunya ia mengharapkan sesuatu yang bisa membuatnya tenteram dan merasa damai kembali.

Rumah, sebuah tempat yang dianggap seorang suami berisi orang-orang yang menyayanginya, akan selalu menjadi tumpuan bagi dirinya mendapatkan kembali kedamaian. Tempat dimana ia melepaskan segala beban untuk sementara sebelum kemudian ditanggungnya kembali keesokan harinya.

Seringkali, seorang suami tidak mengharapkan dilayani bak raja setiba di rumah. Banyak yang hanya menginginkan disambut dengan senyuman sang istri dan sedikit sapaan lembut, seperti "Capek ya mas?", "Gimana di kantor?".

Hal-hal kecil yang tidak menambah bebannya dan menjadi seperti air dingin di kepala dan hati yang panas karena terlalu banyak dipaksa. Secangkir teh manis atau kopi yang dibawakan sang istri diiringi senyuman merupakan obat yang sangat manjur bagi rasa lelah mereka.

Tetapi, istri tetaplah manusia. Ia pun, meskipun hanya di rumah, pastilah mengalami hari yang melelahkan juga.

Anak yang tidak mau belajar, rewel. Pekerjaan rumah yang tidak ada hentinya. Pakaian yang belum disetrika. Cucian piring yang menumpuk. Kesemuanya membuatnya berada dalam kondisi lelah yang sama, emosinya pun sulit terkontrol.

Kondisi seperti itu terkadang membuatnya sedikit lepas kendali dan lupa melakukan tugas kecil tetapi besarnya, yaitu "menyediakan senyum sang istri" kepada orang yang disayanginya.

Situasi lanjutannya bisa menjadi sangat tidak menyenangkan. Keributan, pertengkaran acap kali mengikuti "kegagalan" manusiawi seperti ini.

Hal seperti ini tidak selalu harus dianggap masalah berat, pertengkaran antar anggota tim keluarga adalah normal, tetapi juga tidak bisa dianggap enteng. Kegagalan menyediakan sesuatu yang kecil ala "senyuman sang istri" terlalu sering dpaat menimbulkan sebuah pola.

Pola ini bisa memberikan sinyal yang salah kepada sang suami bahwa sang istri tidak lagi menyayanginya.

Padahal pemecahannya tidak terlalu susah. Yang dibutuhkan hanya sedikit persiapan saja.

Seorang istri pasti tahu betul kapan suaminya akan pulang. Dengan patokan waktu biasa, ia bisa mengistirahatkan dirinya selama 15 atau 30 menit. Ia juga harus mengalihkan perhatiannya sejenak dari pekerjaan rumah tangga dan keruwetan lainnya dan mempersiapkan diri melakukan "tugas" berikutnya. Paling tidak dengan istirahat sejenak dan perhatian juga teralihkan, tidaklah sulit melakukan tugas kecil tetapi besar itu.

Tugas itu adalah memberikan "senyum sang istri".

Artikel Terkait

1 comments so far

memberi senyum lebih duluan...spertinya lebih bijak.Senyuman akan dibls senyuman....memberi tanpa meminta bls an biasanya akn berakhir positif....


EmoticonEmoticon