Apa yang harus dilakukan kalau bertemu mantan pacar pasangan?

Kikuk? Salting (salah tingkah)? Tegang? Waspada?

Yang mana yang kemungkinan besar terjadi kalau suatu waktu kita bertemu dengan mantan pacar istri atau suami?

Sebuah hal yang sangat mungkin terjadi di suatu saat kita bertemu dengan mereka yang pernah berbagi rasa dan kisah manis dengan orang yang sekarang menjadi teman hidup kita.
Entah di dalam acara reuni atau bahkan di jalanan sekalipun kemungkinan itu akan selalu ada.

Pertanyaannya tahukah Anda yang perlu dilakukan kalau itu terjadi? Tahukah Anda harus bertindak dan bersikap seperti apa yang pantas dan layak di hadapan istri/suami dan mantan pacarnya?

Saya hanya punya satu jawaban kalau pertanyaan itu diberikan. Bersikaplah biasa. Percaya diri dan pasangan kita.

Tidak menafikan bahwa situasi seperti itu cenderung membuat adrenalin terpacu. Tetapi, cukup sampai disitu saja. Tenangkan diri dan bersikap seperti biasa saja.

Tidak perlu berprasangka buruk akan terjadi apa-apa. Singkirkan rasa kompetisi dari diri Anda, tidak ada lagi persaingan untuk memperebutkan hati, karena hal itu sudah berakhir ketika pernikahan dilakukan. Lagi pula sudah pasti ada alasan mengapa kata "mantan" diberikan kepadanya.

Intinya, percayalah kepada pasangan Anda. Jabat tangannya selayaknya teman dan berbincanglah dengan mereka.

Mereka adalah bagian dari masa lalu. Sesuatu yang tidak akan bisa hilang dari diri setiap orang, kita termasuk di dalamnya. Setiap orang akan punya masa lalu.

Walau masa lalu itu hadir kembali, mereka tidak akan sama. Mereka tidak lagi datang sebagai orang yang ingin merajut kasih dengan pasangan kita. Mereka datang sebagai teman dan kenalan, jadi sudah selayaknya kita menyambutnya sebagai teman juga.

Jadi, kenapa harus salting atau kikuk bertemu dengan mantan pacar pasangan Anda?

Bagaimana dengan Anda? Bisakah Anda melakukan seperti itu? Atau Anda punya cara lain?

Bisa berbagi? Silakan tulis di kolom komentar. Akan menyenangkan berbagi pengetahuan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon